Banjarangkan, 21 Januari 2025 – Dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan mengamankan produksi padi dari ancaman gagal panen, para petani di Subak Dlod Bakas melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penyakit Kresek secara terpadu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon cepat terhadap adanya serangan penyakit yang mulai mengancam lahan pertanian setempat.
Serangan penyakit kresek teridentifikasi melanda seluas 5 hektar dari total 28 hektar luas tanam di wilayah Subak Dlod Bakas. Jika tidak segera ditangani, serangan ini berpotensi menurunkan hasil produksi secara signifikan. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah melalui BPTPH Provinsi menyalurkan bantuan pestisida jenis Benlox untuk menekan laju penyebaran patogen.
Kegiatan yang berlangsung secara serentak ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, di antaranya: Ketua Kelompok Tani beserta seluruh anggota Petani Subak Dlod Bakas, Koordinator POPT dan Petugas POPT Kecamatan Banjarangkan, Koordinator PPL dan seluruh PPL Kecamatan Banjarangkan.
Di lapangan, para petani mendapatkan pendampingan teknis mengenai cara aplikasi pestisida yang benar. Penggunaan Benlox dilakukan dengan dosis anjuran agar efektif mematikan bakteri penyebab penyakit tanpa merusak ekosistem lingkungan.
Aksi tanggap ini membuahkan hasil positif. Melalui gerakan ini, para petani kini lebih memahami teknik pengendalian penyakit kresek yang tepat dan efisien.Keberhasilan Gerakan Pengendalian di Subak Dlod Bakas ini merupakan bukti nyata efektivitas kerja sama antara petani, petugas lapangan (POPT dan PPL), serta dukungan penuh dari pemerintah provinsi. Sinergi ini diharapkan terus terjaga demi keberlangsungan sektor pertanian di Kecamatan Banjarangkan.



