Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit kulit infeksius yang menyerang sapi dan kerbau, disebabkan oleh virus Lumpy Skin Disease Virus (LSDV) dari famili Poxviridae. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Afrika pada tahun 1929 dan telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Asia.
Gejala LSD:
- Lesi kulit berupa nodul atau benjolan berukuran 1-7 cm, biasanya pada leher, kepala, kaki, ekor, dan ambing
- Demam tinggi hingga 40-41°C
- Lemah, nafsu makan turun
- Leleran hidung dan mata
- Pembengkakan kelenjar limfe
- Penurunan produksi susu dan bobot badan
- Keguguran atau infertilitas
Penularan LSD:
- Melalui gigitan serangga penghisap darah seperti nyamuk dan lalat
- Kontak langsung dengan lesi kulit, darah, atau cairan tubuh hewan terinfeksi
- Melalui peralatan atau perlengkapan yang terkontaminasi virus
Pencegahan dan Pengobatan:
- Vaksinasi
- Penerapan biosekuriti
- Pengobatan simptomatik untuk mengurangi gejala
- Melaporkan kasus ke dinas peternakan dan kesehatan hewan setempat
LSD dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, terutama pada industri peternakan sapi dan kerbau. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengontrol penyebaran penyakit ini.






