Respons Cepat Serangan WBC, POPT Banjarangkan Gelar Gerakan Pengendalian di Subak Takmung

KLUNGKUNG – Dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan mengamankan produksi padi wilayah, Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Banjarangkan merespons cepat potensi ancaman hama dengan menggelar Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada Selasa, 3 November 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong bersama para petani di Kelompoktani Subak Takmung, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Fokus gerakan ini menyasar komoditas tanaman padi varietas Inpari 32 yang saat ini berada pada fase pertumbuhan dengan umur 30 hingga 80 Hari Setelah Tanam (HST).

Berdasarkan hasil pengamatan lapang terkini, teridentifikasi adanya serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC) dengan intensitas ringan. Meskipun berkategori ringan, populasi hama tercatat telah mencapai rata-rata 50 ekor per rumpun pada areal seluas 8 hektar, sehingga diperlukan tindakan pencegahan masif agar tidak meluas.

Sebagai langkah penanganan taktis dan responsif, kegiatan pengendalian ini memanfaatkan bantuan pestisida racikan rekomendasi berupa Emcindo 500 EC yang diusulkan dan didukung oleh Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Bali.

Melalui sinergi antara POPT dan para petani di lapangan, diharapkan penyebaran WBC dapat ditekan secara optimal sehingga produktivitas dan kualitas panen tanaman padi di Subak Takmung tetap terjaga.