Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di Subak Nyanglan

KLUNGKUNG — Dinas Pertanian melalui petugas Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bersama para petani setempat menggelar kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di Subak Nyanglan, Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Senin (7/9).

Kegiatan penanganan yang berlangsung di lahan padi sawah varietas Inpari 32 berumur 60 Hari Setelah Tanam (HST) ini dihadiri langsung oleh Koordinator POPT Kabupaten Klungkung, POPT Kecamatan Banjarangkan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Nyanglan, Kelian Subak Nyanglan, serta para petani setempat.

Gerdal ini difokuskan untuk menekan laju serangan dua musuh utama petani, yakni Penyakit Blas dan Hama Penggerek Batang Padi, yang mulai mengancam pertumbuhan tanaman di kawasan tersebut. Berdasarkan data lapangan, penanganan dilakukan secara terukur sesuai tingkat serangan di setiap titik lahan.

Untuk Penyakit Blas, luas serangan tercatat seluas 2 hektar dengan intensitas serangan mencapai 7,4%. Seluruh area terdampak seluas 2 hektar langsung ditangani menggunakan fungisida berbahan aktif Nordox 56 WP.

Sementara itu, penanganan terhadap Hama Penggerek Batang Padi mencakup luas serangan seluas 2 hektar dengan tingkat intensitas serangan yang lebih tinggi, yakni 12,1%. Mengingat potensi penyebarannya, petugas bersama petani melakukan aksi pengendalian dengan cakupan yang lebih luas, yakni mencapai 4 hektar menggunakan insektisida Virtako 300 SC guna memutus siklus hidup hama dan mencegah penyebaran yang lebih luas ke areal sawah lainnya.

Melalui aksi ini, para petani di Subak Nyanglan diharapkan dapat mengendalikan populasi OPT secara optimal, sehingga tanaman padi dapat tumbuh sehat hingga masa panen tiba.