Banjarangkan, 18 Mei 2026 – Sebagai langkah cepat mengantisipasi ancaman gagal panen akibat Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Hama tikus, para petani Subak Sengkiding dan Subak Sema Agung melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) secara serempak. Gerakan ini guna mengamankan puluhan hektar lahan pertanian yang mulai memasuki masa rawan serangan hama.
Berdasarkan hasil pengamatan berkala yang dilakukan di lapangan, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Banjarangkan melaksanakan pengendalian yang harus segera dilakukan sebelum tingkat kerusakan meluas. POPT Banjarangkan merekomendasi untuk pengendalian tikus, dan mengusulkan ke BPTPHBun yang di ajukan oleh dinas pertanian kab. Klungkung dialokasikan untuk total 28 hektar lahan pertanian. Rinciannya, Subak Sengkiding mendapatkan alokasi bantuan untuk luasan lahan sebesar 10 hektar, sementara Subak Sema Agung menerima alokasi yang lebih besar, yakni mencakup 18 hektar lahan.
Dengan adanya bantuan stimulan ini, diharapkan pergerakan hama dapat ditekan secara signifikan melalui gerakan serempak, sehingga produktivitas padi dan kesejahteraan para petani di kedua subak tersebut tetap terjaga hingga masa panen tiba.





