Klungkung, 08 Mei 2026 – Langkah nyata dalam mengawal produktivitas pertanian kembali dilakukan. Telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Pupuk Bersubsidi dan Pembiayaan Pertanian yang berfokus pada pemberdayaan petani di wilayah Subak Manduang.
Kegiatan yang berlangsung guyub ini menghadirkan narasumber dari berbagai lini strategis, mulai dari Tim Teknis Kabupaten, Koordinator Wilayah (Korwil), hingga para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Selain itu, kehadiran perwakilan dari PT Pupuk Indonesia memberikan kepastian langsung terkait alokasi stok, didampingi oleh para Kelian Subak dan Krama Subak setempat. Agenda utama dimulai dengan pemaparan Tata Cara Penyusunan e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Petani diingatkan pentingnya pemutakhiran data NIK yang valid, karena sistem digital ini menjadi pintu tunggal bagi petani untuk mendapatkan jatah subsidi. Penyusunan yang presisi diharapkan mampu meminimalisir ketimpangan antara kebutuhan riil di lahan dengan alokasi yang tersedia. Terkait besaran volume, sosialisasi ini merinci Alokasi Pupuk untuk Tahun 2026 yang disesuaikan dengan luas tanam dan komoditas prioritas. Selain jumlah, pemerintah menekankan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET). Petani dihimbau untuk hanya menebus pupuk sesuai dengan harga resmi yang telah ditetapkan Pemerintah Memasuki aspek teknis, dijelaskan pula Mekanisme Penebusan yang kini semakin dipermudah. Petani cukup membawa kartu identitas (KTP) yang telah terdaftar dalam sistem untuk melakukan transaksi di Kios Pupuk Lengkap (KPL) resmi. Integrasi data ini bertujuan agar proses administrasi di tingkat subak menjadi lebih transparan dan akuntabel. Sesi penutup membahas Kendala dan Solusi dalam proses penebusan.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kedaulatan pangan di wilayah Subak Manduang tetap terjaga dan para petani dapat menyambut musim tanam 2026 dengan kepastian sarana produksi yang memadai.



