Pertemuan Bimajuara Klungkung: Standarisasi Harga Gabah dan Rencana Inovasi ‘Wastamangan’

Klungkung, 11 Maret 2026 – Upaya penguatan sektor pertanian dan stabilitas harga gabah terus dilakukan di Kabupaten Klungkung. Baru-baru ini, pertemuan program “Bimajuara” digelar di Subak Pegatepan, Kecamatan Klungkung. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Tim Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, penyuluh lapangan, KUD Jaya Werdhi, KUD Paca Satya Dawan, Babinsa, serta krama Subak Pegatepan

Salah satu poin utama yang dibahas adalah kesiapan badan usaha dalam menyerap hasil panen petani. Berdasarkan hasil koordinasi, pihak KUD Panca Satya menyatakan kesiapannya untuk membeli gabah petani dengan harga Rp 6.800 per kilogram untuk posisi gabah di pinggir jalan. Sementara itu, jika proses panen dilakukan langsung oleh pihak KUD, harga beli ditetapkan sebesar Rp 6.000 per kilogram.

Di sisi lain, KUD Jaya Werdhi juga turut memberikan kepastian harga. KUD akan membeli gabah senilai Rp 6.500 per kilogram untuk hasil panen mandiri petani yang sudah berada di pinggir jalan raya, dan Rp 6.000 per kilogram jika KUD yang melakukan pemanenan di sawah.

Selain mengenai harga, pertemuan ini juga menekankan pentingnya manajemen panen yang mandiri. Guna meminimalisir kendala saat musim panen tiba, pihak subak diarahkan untuk segera membentuk Sekehe (Kelompok) Panen. Melalui wadah ini, petani diharapkan dapat mengajukan usulan bantuan alat mesin pertanian melalui proposal resmi kepada instansi terkait.

Sebagai langkah maju di bidang teknologi pertanian, dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan inovasi bertajuk “Wastamangan“. Inovasi ini hadir sebagai model kawasan pertanian masa depan yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknik budidaya padi ramah lingkungan guna menjaga kesehatan ekosistem tanah dan air. Kawasan “Wastamangan” menghasilkan komoditi padi unggulan yang tidak hanya pulen, tetapi juga lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.