Pengamatan Demplot Padi di Subak Penasan: Pupuk Indonesia Dorong Pertumbuhan Optimal

Banjarangkan, 28 Oktober 2025 ~ Tim yang terdiri dari PPL dan POPT Kecamatan Banjarangkan, melakukan pengamatan rutin pada demplot padi berumur 21 hari setelah tanam (HST). Lahan demplot seluas 29 are milik Bapak Komang Artana ini menjadi panggung kecil bagi inovasi pemupukan menggunakan produk Pupuk Indonesia, yaitu NPK+, ZA, dan Phosgreen.

Pengamatan dilakukan pada 10 ajer sebagai sampel representatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tanaman padi tumbuh subur dan seragam. Rumpun-rumpun padi berdiri hijau segar, seolah menyampaikan pesan bahwa unsur hara terpenuhi dengan baik. Rata-rata tinggi tanaman terukur 32,3 cm dengan jumlah anakan mencapai rata-rata 21 anakan per rumpun. Capaian ini memberikan harapan yang menggembirakan bagi hasil panen mendatang.

Pemupukan menggunakan NPK+, ZA, dan Phosgreen berperan membantu pertumbuhan akar yang lebih kuat, meningkatkan kehijauan daun, serta mendukung pembentukan anakan yang optimal sehingga tanaman lebih siap menghadapi fase pertumbuhan berikutnya.

Dari segi kesehatan tanaman, kondisi terpantau baik. Namun, survei terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) dan musuh alaminya juga tidak luput dari perhatian. Ditemukan 2 kelompok telur penggerek batang sebagai OPT, sementara 2 ekor Cyrtorhinus hadir sebagai musuh alami yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem sawah.

Dengan respons pertumbuhan yang baik serta dukungan pemupukan berimbang dari Pupuk Indonesia, demplot ini diharapkan mampu menjadi rujukan dalam penerapan pengelolaan tanaman padi yang lebih efektif dan berkelanjutan di wilayah Subak Penasan.